Sabtu, 08 November 2014

Kapan Disebut Tasyabbuh?



Kapan seorang muslim disebut tasyabbuh atau meniru gaya orang kafir?
Salah satu bentuk bara’ atau tidak loyal atau tidak setia pada orang kafir adalah tidak meniru kekhasan atau kekhususan mereka dalam berpenampilan, bergaya, dan seterusnya. Efeknya ada dari tasyabbuh ini yang dapat mencelakakan agama seorang muslim walau itu hanya menyerupai gaya lahiriyah dan tidak ada kesamaan dengan batinnya. Namun tetap tasyabbuh itu terlarang.

Larangan Tasyabbuh

Mengenai larangan tasyabbuh disebutkan dalam hadits dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad 2: 50 dan Abu Daud no. 4031. Syaikhul Islam dalam Iqtidho‘ 1: 269 mengatakan bahwa sanad hadits ini jayyid/bagus. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan)
Dari ‘Amr bin Syu’aib, dari ayahnya, dari kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَشَبَّهَ بِغَيْرِنَا
“Bukan termasuk golongan kami siapa saja yang menyerupai selain kami” (HR. Tirmidzi no. 2695. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Efek Tasyabbuh

Ibnu Taimiyah dalam kitab lainnya berkata, “Sesungguhnya tasyabbuh (meniru gaya) orang kafir secara lahiriyah mewariskan kecintaan dan kesetiaan dalam batin. Begitu pula kecintaan dalam batin mewariskan tasyabbuh secara lahiriyah. Hal ini sudah terbukti secara inderawi atau eksperimen. Sampai-sampai jika ada dua orang yang dulunya berasal dari kampung yang sama, kemudian bertemu lagi di negeri asing, pasti ada kecintaan, kesetiaan dan saling berkasih sayang. Walau dulu di negerinya sendiri tidak saling kenal atau saling terpisah.” (Iqtidha’ Ash Shirothil Mustaqim, 1: 549).

Kapan Disebut Tasyabbuh?

Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Patokan disebut tasyabbuh adalah jika melakukan sesuatu yang menjadi kekhususan orang yang ditiru. Misalnya yang disebut tasyabbuh pada kafir adalah seorang muslim melakukan sesuatu yang menjadi kekhususan orang kafir. Adapun jika sesuatu sudah tersebar di tengah-tengah kaum muslimin dan tidak jadi kekhasan atau pembeda dengan orang kafir, maka tidak lagi disebut tasyabbuh. Seperti itu tidaklah dihukumi tasyabbuh, namun bisa jadi dinilai haram dari sisi lain.” (Majmu’ Fatawa Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, 3: 30).
Contoh tasyabbuh diterangkan dalam fatwa Al Lajnah Ad Daimah berikut.
Hukum tasyabbuh itu bertingkat-tingkat. Tasyabbuh bisa jadi kufur seperti meniru orang musyrik dalam hal istighatsah pada wali penghuni kubur, ngalap berkah lewat salib, menjadikan salib sebagai syi’ar. Tasyabbuh bisa jadi dinilai haram seperti mencukur jenggot dan mengucapkan selamat pada perayaan non muslim. Bermudah-mudahan dalam tasyabbuh yang haram semacam itu bisa jadi mengantarkan pada kekufuran, wal ‘iyadzu billah. (Fatawa Al Lajnah Ad Daimah, 3: 308).
Mencukur jenggot termasuk tasyabbuh pada orang kafir yang diharamkan, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah lewat,
جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوا اللِّحَى خَالِفُوا الْمَجُوسَ
“Pendekkanlah kumis dan biarkanlah (perihalah) jenggot dan selisilah Majusi.” (HR. Muslim no. 260).
خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ ، وَفِّرُوا اللِّحَى ، وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ
“Selisilah orang-orang musyrik. Biarkanlah jenggot dan pendekkanlah kumis.” (HR. Bukhari no. 5892 dan Muslim no. 259)
Baca artikel lainnya di Rumaysho.Com: Mengikuti Gaya Orang Kafir (Tasyabbuh)
Semoga bermanfaat. Semoga iman kita terus terjaga.
—
Bagian dari buku penulis “Kesetiaan pada Non Muslim” yang sebentar lagi akan diterbitkan Pustaka Muslim
Gunungkidul, 12 Muharram 1436 H
Oleh Al Faqir Ilallah: M. Abduh Tuasikal, MSc
Artikel Rumaysho.Com

Minggu, 09 Maret 2014

"Al Quran Menjawab (Jangan Mengeluh dan Jangan Gelisah)"

Dalam perjalanannya, manusia kerap kali dirundung masalah. Dan seringkali, karenanya, manusia tersesat tanpa arah. Banyak faktor memang. Namun ketetapan adalah ketetapan. Tidak ada satupun manusia didunia ini yang meminta kepada Tuhan untuk hidup susah, betul kan? Namun sayangnya, ketika kesusahan dan musibah melanda, ternyata manusia memborong sejuta keluhan, “kok begini ya,ko begitu ya”,sejuta permintaan,” kabulkan ini ya Tuhan! kabulkan itu ya Tuhan!”, dan hanya mengucap satu kata syukur. Apakah kalau begitu, kita harus begitu saja pasrah?

Eits!! Tidak semudah itu. Banyak ayat suci, dan saya yakin semua keyakinan pun mengajarkan, bahwa keputusasaan adalah sesuatu yang buruk, dan harus dihindari. Inti dari semua masalah adalah agar manusia semakin memahami fitrahnya. Memahami apa yang harus dicari selama hidup. Lantas bagaimana dengan mereka yang tertimpa kesusahan? Hidup dalam kemiskinan? Hidup dalam kepungan kesedihan?
Sebagai pegangan hidup seorang muslim, Al – Qur’an telah menjelaskan banyak hal. Tidak hanya ritual ibadah semata. Ekonomi, perdagangan, keluarga, pribadi ideal seorang muslim hingga pengelolaan negara pun ada didalamnya. Terdapat pula ayat – ayat Qura’an, yang menjawab keluhan – keluhan utama, ketika manusia mendapat ujian ataupun musibah.
Berikut sekelumit ayat – ayat yang langsung dapat menjawab berbagai pertanyaan manusia sebagai khalifah di muka bumi :

KENAPA AKU DIUJI ??
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Ankabut : 2-3
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: ’Kami telah beriman’, sedang mereka tidak diuji lagi ?Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
KENAPA AKU TAK MENDAPAT APA YG AKU INGINKAN ??
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 216
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”
KENAPA UJIAN SEBERAT INI ??
QURAN MENJAWAB:
Qs. Al-Baqarah : 286
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
KENAPA FRUSTASI ???
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Imran : 139
“Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yg paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman”
BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA ???
QURAN MENJAWAB :
Qs. Al-Baqarah : 45
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sholat; dan sesungguhnya sholat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk Tiada daya dan upaya kecuali atas pertolongan Allah semata”
APA YANG AKU DAPAT  ???
QURAN MENJAWAB :
Qs. At-Taubah : 111
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu’min, diri, harta mereka dengan memberikan jannah untuk mereka…”
KEPADA SIAPA AKU BERHARAP ???
QURAN MENJAWAB :
Qs. At-Taubah : 129
“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal”
AKU TAK SANGGUP !!!!
QURAN MENJAWAB :
Qs. Yusuf : 12
“….dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yg kafir.”
dan segudang pertanyaan lagi yang keseluruhannya pun dapat dijawab oleh Sang Pemilik Semesta Alam. Nah, cukup jelaslah bahwa Allah-lah yang memberi kita cobaan permasalahan, pastilah Allah akan menurunkan pertanyaan beserta jawabannya! Hanya Allah sandaran manusia.


"Tidak Cukup Niatan Baik dalam Beramal"


Amal itu bukan hanya perlu niatan baik, namun juga harus sesuai dengan petunjuk Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Fudhail bin Iyadh ditanya apa yang dimaksud amalan yang ikhlas dan benar?
Beliau jawab:
إن العمل إذا كان خالصا ولم يكن صوابا لم يقبل وإذا كان صوابا ولم يكن خالصا لم يقبل حتى يكون خالصا وصوابا فالخالص أن يكون لله والصواب أن يكون على السنة
Yang namanya amalan jika niatannya ikhlas namun tidak benar, maka tidak diterima. Sama halnya jika amalan tersebut benar namun tidak ikhlas, juga tidak diterima. Amalan tersebut barulah diterima jika ikhlas dan benar. Yang namanya ikhlas, berarti niatannya untuk menggapai ridho Allah saja. Sedangkan disebut benar jika sesuai dengan petunjuk Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Disebutkan oleh Ibnu Rajab dalam Jamiul Ulum wal Hikam)
So … tidak cukup niatan baik ketika beramal, namun juga harus mengikuti petunjuk Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.
—
by Akhukum fillah : Muhammad Abduh Tuasikal

Senin, 27 Januari 2014

Rahasia Sukses Terbesar

"Rahasia sukses terbesar bukanlah bagaimana kita menabung mati-matian atau bekerja sangat keras siang dan malam tanpa henti. Rahasia sukses terbesar adalah memberi. Semakin banyak kita memberi, semakin banyak pula kita akan menerima. Walaupun mungkin tidak dalam bentuk yang sama".

Selain dalam bentuk uang, kita bisa saja memberikan informasi maupun tenaga. Kita juga bisa memberikan kasih dalam berbagai bentuk, seperti perhatian kepada teman yang sakit maupun sedang mengalami kemalangan di dalam hidup.

Manusia yang paling sukses adalah manusia yang paling berguna bagi sesama. Tidak perlu berkecil hati ketika kita mempunyai uang hanya sedikit, karena bantuan bisa saja dalam berbagai bentuk.

Tutur kata yang baik serta kata-kata yang memberikan semangat dan motivasi juga merupakan hadiah bagi orang lain. Kita bisa memberi tanpa henti dengan menjadi pribadi yang baik hati dan bertutur kata baik.

(Andrie Wongso)


Sabtu, 25 Januari 2014

"Bangkitlah Setelah Jatuh"

"Seberapa besar kekuatan yang kita miliki untuk berjuang jika mengharapkan hasil yang lebih besar maka kelapangan dada harus dimiliki."

"Jatuh itu hal yang sudah biasa, dan akan sangat luar biasa jika mampu bangkit dengan semangat yang baru untuk tidak terjatuh lagi, menerima dengan lapang dada ketika disaat terjatuh, akan membawa dampak yang besar dalam upaya untuk menjernihkan fikiran untuk bisa bangkit kembali."

"Ada saatnya kita harus berbaring, ada saatnya kita duduk, dan ada saatnya kita harus berdiri. tanda-tanda kehidupan telah menjadi i'tibar (pelajaran) bagaimana kita harus bersikap, dan apa yang harus dilakukan ketika kita sedang menghadapi berbagai macam problem kehidupan."

( Noer )


"Arti dari sebuah Keyakinan"

"Ada saatnnya kita merasakan senang, ada saatnya kita merasakan susah, semua itu hanyalah sebuah proses perjalanan hidup untuk dilalui sebagai pembelajaran dan i'tibar untuk mencapai tahap kehidupan yang lebih tinggi nilainya, lebih tinggi tantanganya, dan lebih baik kehidupanya dari apa yang sudah dirasakan saat ini.namun masih banyak dari kita dengan berbagai macam perasaan tentang hidup kadang lupa diri. satu hal yang sangat disayangkan adalah karena kurangnya keyakinan hidup dalam menghadapi hidup itu sendiri."

'KEYAKINAN adalah kunci dari sebuah usaha dalam memecahkan berbagai macam problematika, hendaknya kita harus menyadari betapa pentingnya nilai dari sebuah keyakinan. tidak seorang pun yang bisa melakukan dengan baik kecuali dengan keyakinan yang benar. 
"Yakin dalam hidup berarti percaya diri dalam kesiapan segala hal yang bakalan terrjadi".
"Yakin dalam hidup berarti pasrah dalam menerima hasil apapun yang sudah diusahakanya dengan maksimal."
"Yakin dalam hidup berarti bersedia berbuat sesuatu dengan baik dan benar dalam menjalani hidup unutk kemaslahatan bersama."

"KEYAKINAN tidak boleh disalah artikan dengan hanya mengikuti hawa nafsu semata.karena keyakinan yang benarlah yang mampu membawa pada titik kebenaran hidup yang sejati dengan nilai-nilai positif yang bisa menjadi arahan hidup yang sebenarnya.Keyakinan yang benar adalah keyakinan yang sudah ditanamkan dalam hati yang dihasilkan dari kebijakan - kebijakan hidup yang didasarkan pada wahyu yang benar ( Agama ). bukan semena mena dari sebuah angan - angan belaka dan bukan dari persangkaan - persangkan yang tak bernilai.

Jadi keyakinan adalah sebuah landasan dalam berbuat baik ataupun buruk, dengan konsekwensinya masing-masing.

"Noer"